4.1.06

Pesta Pesta

Pesta itu, beda pencetus dan pelaksana, pasti beda jenis.
Pesta biasanya berarti ada yang punya hajat dan terutama ada makan dan minum gratisan. Mau dimasak oleh yang punya hajat atau mau makan direstoran, apapun selama itu gratis.
Ketika sekolah beberapa tahun lampau, aku mulai kenal pesta lain. Dulu, kami semua menyebutnya basement party, taulah, dimana pesta itu diadakan. Pesta dibuat lebih sering tanpa pemicu apa-apa. Kadang, hanya karena kami semua bosan (atau menyerah pada tugas tugas yang menggila), maka kami membuat pesta.
silahkan klik disini untuk liat foto foto party lainyaMasih ingat, beberapa teman sekampung kecele berat. Soalnya mereka datang dengan perut kosong dan tepat waktu (padahal katanya terkenal ama jam karet, tapi urusan perut mah gak ketinggalan deh), berharap bisa makan malam gratisan, padahal, yang ada hanya krat minuman soda, beer dan wine berikut sedikit keripik-keripik gak jelas itu. Mana suasana ruangan baru ramai menjelang tengah malam. Datang dari jam 8 malam, berarti silahkan ngantuk dan kelaparan deh.
Enaknya, pesta itu gak perlu repot. Tidak perlu repot masak ini itu. Tidak perlu repot beli ini itu. Tidak perlu repot mendekor ruangan. Cukup sediakan musik dan minuman dan bahkan itupun bisa dilakukan dengan cara bawa masing-masing atau semua udunan untuk beli minum.
Aku memang malas musti sibuk ini itu hanya untuk urusan pesta. Apalagi kalau itu adalah upaya untuk berbagi kebahagiaan, aku selalu berpikir,kenapa tidak dilakukan dengan skala kecil, hangat dan nyaman. Bukan harus dengan makanan super duper berlimpah yang kadang juga berlebihan seperti yang aku kenal disini, atau juga dengan minuman yang super duper berlimbah dan hanya dimanfaatkan untuk mabuk!
Herannya, ibuku senang sekali mengadakan acara di rumah. Pesta, bisa disebut seperti itu deh. Dia memang berencana untuk mengadakan pesta.Perlengkapan masak dan makan di rumah itu bisa deh buat pesta sampai lebihdari 100 orang loh! Busyet ya. Urusan muat atau tidak di rumah, itu bisa diatur. Tidak jarang, pada saat menggelar satu acara, tidak ada pembantu acara dimulai (termasuk siap antar antar ke pasar), tapi terutama beberes setelah acara dimulai. Silahkan bayangkan tumpukan piring dan gelas kotoryang….hmmmm….bukan penutup acara yang baik dikala kamu punya setumpukpekerjaan kantor/ sekolah yang menunggu diselesaikan malam itu juga.
Mau protes pun sulit, karena ibuku sangat menikmati setiap acara yangdibuatnya. Mau pesen makanan biar praktis pun sulit, karena biasanya para undangan tahu pasti kualitas makanan yang dibuat ibuku dan pasti protes: makanan katering-an itu tidak seenak makanan ibuku (dan terkadang sulit untuk menemukan makanan berbahan dasar sapi pendek, kan)Kalau udah gitu, ya jadilah pesta kecil dirumah, dan semua pasti terseret untuk terlibuat.
Capek? Banget! Kadang kangen juga terhadap pesta kecil buatan aku dan Jolita sahabat dekatku, hanya menyiapkan teh baik dari Indonesia atau Lithuania, mengundang beberapa teman dekat, sambil ngobrol ngalor ngidul. Tidak membuat energi terkuras, malah sangat menyenangkan. Setelah pesta yang ada aku merasa senang dan siap beraktivitas lagi keesokan harinya...