13.1.06

Kangen

Aku memang juga lagi kangen. Kangen untuk berbincang bincang dengan mereka, sahabat sahabat terbaikku. Kangen dengan ritual membahas kegiatan seharian ini sampe tuntas ngalor ngidul gak tentu arah dengan abang. Kangen untuk tiba tiba sms-an, teteleponan atau langsung mampir ke tempat tempat tertentu (mungkin itu sebabnya aku pernah dianggap "setan" karena setelah aku nongol di sebuah kantor, biasanya salah seorang pegawai mereka akan menghilang tanpa alasan, terkadang gak kembali lagi ke mejanya).

Image hosted by Photobucket.comSisi baik dari kehilangan rutinitas ini adalah, aku jadi lebih sering bertemu dengan sahabat-sahabat lain, yang untungnya juga lagi pada ada di sekitarku. Fisik atau setidaknya virtual juga gak apa apa. Bisa makan kepiting 1 kilo berdua, sampe si pencatat pesanan musti meyakinkan kalau itu makanan untuk berdua (iya, tokh, Mba'e). Bisa ngobrol virtual sampe 3-4 jam karena sama sama lagi gak keru-keruan dengan seorang sahabat lama yang juga tiba tiba tampak punya cukup waktu untuk bincang-bincang gak penting. Bisa sms-an gak pararuguh, dari urusan kerjaan sampe urusan gak penting tentunya, yang akhirnya membuat aku ngakak mulu dan gak sadar kalo proses sms-an itu udah berlangsung selama sekian lama (lama karena gak selalu langsung dibalas, tapi tiap balasan selalu membuat sms dari bapak ini membuat aku senyam senyum).

Kangen belum terobati, masih nagih. Tapi perasaan hatiku tetap bahagia kok, kangennya jadi bisa dinikmati. Enak deh.

Aku lagi jatuh cinta? Haha! Jatuh cinta mah tiap hari. Aku hanya lagi menyadari, bahwa aku bisa jatuh cinta pada siapapun dan kapanpun.