30.1.06

Belajar Berkata Tidak

Berkata tidak itu sulit banget ya. Menolak entah itu permintaan, permohonan atau bahkan pekerjaan. Bisa jadi karena:

1. Sungkan untuk bilang tidak, karena yang meminta adalah orang tua, orang yang lebih tua, orang yang dituakan (atau juga barangkali orang yang sok tua? ☺

2. Tidak bisa untuk bilang tidak secara orang itu adalah atasan, alias boss, alias yang berwenang menentukan kondisi ketebalan dompet

3. Malas bilang tidak, karena kalau orang tersebut superduper cerewet dan rese, dimana sebuah penolakan berarti akan ada urusan panjang yang gak penting

4. Ada urusan “utang jasa” di masa lampau sehingga permintaan apapun dari orang tersebut cenderung akan dituruti, sekalipun yang sangat sulit. Maklum, sudah terlebih dahulu ditolong.

Image hosting by Photobucket5. Gak tau bagaimana bilang tidak, karena yang meminta adalah sahabat-sahabat terbaik, orang terdekat, atau orang orang yang sangat disayang. Entah kenapa, susah banget untuk bilang tidak. Atas nama persahabatan dan cinta?

6. Tidak mungkin bilang tidak karena aku juga suka banget. Sialnya sebetulnya saat itu harusnya bilang tidak karena banyak pekerjaan lain atau tidak punya uang. Ketebak? Untuk aku sih susah banget untuk bilang tidak untuk ajakan nonton ke bioskop (kalau perlu bongkar celengen receh deh untuk yang satu ini, demi euy!) atau untuk nongkrong di Potluck (yang kadang tidak bisa dilakukan bukan hanya karena urusan finansial tapi karena ada pekerjaan-pekerjaan lain yang sudah menunggu untuk diselesaikan)

Ini harus dihentikan. Ada saatnya untuk bisa berkata tidak. Untuk banyak hal. Pada siapapun. Alasan yang terpikir adalah karena aku juga ingin belajar (sedikit) egois. Boleh kan?

Atau ada alasan lain kenapa perlu belajar berkata tidak dan tolong juga ya, bagaimana juga caranya bisa dengan mudah belajar berkata tidak.

Tidak, tidak. Jangan bilang itu gampang!