21.6.05

ujan membawa nikmat

Apa yang paling aku syukuri bisa ada hujan besar, tengah hari bolong, pada waktu aku terbaring di rumah karena flu?

Bisa mandi air hangat, pakai sabun wangi yang lembut banget, di gantungan sudah menunggu handuk putih bersih yang masih hangat untuk dipake. Kemudian pakai celana training yang lembut banget itu, plus kaos putih yang masih wangi, dan langsung ngumpet di tempat tidur yang bersih, sambil terus menghangatkan diri di balik selimut tebal dan lembut. Gak lupa, sudah ada hot chocolate di sebelah tempat tidur, dengan lagu-lagu dari soundtract Bridget Jones yang pertama, plus baca calvin dan hobbes (iya, aku harusnya baca buku2 yang udah jadi utang, tapi tolong ya, calvin jauh lebih menghibur ujan-ujan gini mah). NIKMAT! Di luar boleh deh hujan besar basah-basah, tapi di kamarku ini, hangat, bersih, wangi dan yang penting berhasil menghibur aku yang gak bisa keluar rumah gara-gara flu (katanya," gak usah sok sok-an workaholic untuk ke kantor, gak guna, lagian yang ada elu bakal menularkan flu elu ke orang2 kantor.")

so what gitu loh

Pemandangan Indah

Tol CipularangTol Cipularang ternyata menuai banyak komentar ya. Memang, waktu tempuh Bandung-Jakarta jadi berkurang secara signifikan. Tanpa harus mengebut, dengan kendaraan roda empat standar, jarak 3 jam itu menjadi hanya 1,5 jam. Tunggu dulu ya, itu belum dari pintu rumah ke pintu rumah, karena untuk bisa sampai rumah dari tol baik dari pintu tol Bandung atau Jakarta, itu memakan waktu yang bisa lebih lama daripada jarak tempuh Bandung-Jakarta via Cipularang. Untungnya rumahku jaraknya tidak terlalu jauh dari pintu-pintu tol.

salah satu view dalam perjalanan bandung-jakartaSalah satu yang menarik dari jalan tol Cipularang adalah pemandangannya. Indah memang. Kalau aku sih menyebutnya pemandangan kereta api, karena pemandangan yang aku lihat itu biasanya jadi santapan kalau aku naik kereta parahyangan atau argo gede. Indah dengan sawah dan lansekap yang memukau. Karena itulah, gak heran, banyak kendaraan sering berhenti di bahu jalan tol untuk melihat pemandangan. Terutama di jembatan yang tertinggi itu, yang berseberangan dengan jembatan rel kereta api. Aduh, bukan apa-apa, itu tuh jalan tol, kebayang dong, kalau kendaraan berhenti suka suka untuk menikmati pemandangan di pinggiran jalan tol, apalagi kalo itu bus-bus berukuran besar yang tanpa sungkan mengeluarkan isi kendaraannya, tumpah ruah di Jakarta. Kan yang kena bahayanya mereka-mereka juga, maklum, di jalan tol, kendaraan biasa ngebut. Apalagi, gak jarang, ada anak-anak kecil yang berlari kesenangan di pinggiran tol. Duh. Mending kalau memang ada tempat peristirahatan khusus, yang layak untuk jadi tempat perberhentian kendaraan yang orang-orangnya ingin menikmati pemandangan yang indah itu.

Yah, pemandangan indah memang bisa memukau, tapi juga bisa mencelakakan. Dalam hidup kita, sering terlihat pemandangan yang indah dan membuat kita ingin berhenti untuk menikmatinya, mengecapnya, menyimpannya, tapi sialnya kalau itu tidak di tempat yang tepat, tidak jarang pemandangan itu membahayakan kita. Apa berarti kita gak boleh menikmati pemandangan indah yang ada di sekeliling kita? Wah, jangan, indah kan berarti untuk dinikmati, tapi musti tahu tempat dan waktu, dan musti kontrol diri kali ya, supaya pemandangan itu memang tetap indah tapi gak bikin celaka (hei hei...gimana nih kamu? masih suka ngeliat yang indah2 kan..? aku juga kok!)