11.4.05

lagu manis untuk nona manis

Judulnya gak kuku banget ya? Maaf maaf saja ya, soalnya gak tau kenapa aku tiba-tiba tertohok banget dengan satu lagu ini, lagu lama yang dulu dinyanyikan Utha Likumahua, terus dinyanyikan ulang oleh Glenn. Kayaknya, kalau lagi mellow, pas banget deh dikasih lagu ini. Mau minta ah di drive and jive...diputerin gak Nik?

Wajahmu kupandang dengan gemas
Mengapa air mata selalu ada dipipimu
Hai nona manis biarkanlah bumi berputar
Menurut kehendak yang Kuasa

Apalah artinya sebuah derita
Bila kau yakin itu pasti akan berlalu
Hai nona manis biarkanlah bumi berputar
Menurut kehendak yang Kuasa

Chorus:
Tuhan pun tahu hidup ini sangat berat
Tapi takdir kan tidak selalu sama
Coba dan cobalah tinggalkan sejenak anganmu
Esok kan masih ada, esok kan masih ada

Sebelnya, aku lupa gimana menyanyikan bagian dua baris pertama-nya. Sama ya dengan dua baris terakhir? Tolongin dong, biar gak penasaran nih.

*Gubrak*

Image hosted by Photobucket.comSeminggu kemarin adalah seminggu luluh lantak. Soalnya, aku mulai latihan fitnes, privat. Sebuah niatan yang mengendap lama, dan baru terlaksana Selasa minggu yang lalu. Ditemani Lidya, aku mendaftar dan memulai latihan pertama. Berhubung Budi, instruktur Lidya, sudah penuh, aku nebeng instruktur jaga saat itu, Andre. Capek banget. Mana dari situ, aku langsung latihan nyanyi pula. Untung banget, latihannya hanya 1 jam, kurang malah. Selamat...selamat...

Image hosted by Photobucket.comBesoknya, hari Rabu, aku dengan gegabah senang, karena badan gak luluh lantak. Gegabah, karena malam harinya, mulailah semuanya kerasa. Lengan dan kaki pegal-pegal dan sulit digerakkan, perut juga terasa tegang. Gubrak banget deh! Walhasil, hari Kamis, setelah mengajar, aku langsung ke Rebel lagi untuk latihan. Kata Maurice dan Made, harusnya sih aku langsung latihan lagi hari Rabu itu, waktu belum terasa sakit. Ya sudahlah, setengah hati, aku datang juga ke Rebel, kasih tahu ke Andre kalo badanku pegal-pegal. Dia langsung bilang,"ah, ayo, mulai saja, kita latihan yang ringan-ringan saja!" HA! Yang ringan versi Andre betul betul penyesatan. Tapi, anehnya, betul loh Made dan Maurice, waktu latihan, pegal2, kram, dan rasa sakit gak ada yang terasa.

Menghindari sakit yang gedubrak tadi, hari Jumat aku kembali latihan. Ini juga setelah memompa semangat yang betul-betul tipis untuk latihan. Latihan pas jam Jumatan asik banget. Tempat latihan sepi, jadi aku bisa konsentrasi dengan enak, mandi dengan tenang. Selesai latihan, aku langsung pergi mengajar lagi.

Untunglah, besoknya pegal-pegal sudah jauh berkurang, sampai hari ini yang terasa palingan ya itu, kram perut. Ketahuan ya, bagian yang menjadi target utama latihanku. Kekekek...

Semangat terus, besok latihan lagi, jam 9 pagi. Entah Lidya dan Maurice akan ikutan tidak ya?