9.11.05

Bluebird di Bandung?


Sumpeh, serius?

taksi bluebirdAku juga kaget pas pertama kali liat sekitar dua hari yang lalu di trunojoyo. Tadi siang aku liat lagi di daerah Cikutra, dan terakhir deket deket Cicaheum. Nekat, aku tanya 108. Usaha pertama gagal. Aku diketawain oleh mba operatornya. Bluebird gak ada di Bandung, Mba. Gitu katanya. Untungnya aku gak begitu gampang menyerah. Waktu aku telepon lagi 108 aku dapat deh nomor teleponnya. Kenapa 108? Soalnya di body kendaraan belum ada nomor teleponnya.

Kampungan ya? Taksi aja kok heboh!

Duh, seandainya kamu ada tinggal di Bandung, tahu sendiri betapa ajaibnya dunia per-taksi-an di Kota Bandung. Kasian untuk para pendatang. Baru menginjakkan kaki di stasiun kereta api, bakal ditodong berbagai taksi dari gelap sampai terang (lah, ada taksi gelap kan ada taksi terang, padahal taksi gelap itu biasanya pakai kaca bening, dan taksi terang pakai kaca gelap, loh). Mau pake argo? Bercanda! Musti kuat ama tarif gila-gilaan, dan bahkan musti tarik urat untuk bisa sampai ke kesepakatan harga antar. Kalau tujuan ada di lokasi yang agak nyempil, dan di pinggiran Bandung…selamatlah!

Pernah ada teman yang meneliti soal taksi di Bandung. Hasilnya, benang kusut aja masih kalah kusutnya ama urusan taksi di Bandung. Sulit sekali mendapatkan taksi pakai argo di Bandung. Konon, kecuali Gemah Ripah, itupun harus lewat pesan telepon. Cegat di jalan? Mana mungkin!

Beberapa waktu lalu, pemerintah kota Bandung memutuskan menaikkan tarif buka pintu dan juga tarif argo per kilometer. Dalam hati sih pingin bilang,”emang ngaruh?”

Aku gak ngerti kenapa susah banget bikin taksi pakai argo. Kok ya para supir lebih memilih “malak” orang dengan tarif minimal 20 ribu untuk jarak dekat, daripada pakai argo walaupun mungkin cuman 10 ribuan, tapi aku yakin dia bisa dapat lebih dari 3-4 penumpang.

Sedih rasanya, di ponselku, aku punya list telepon taksi. Taksi Jakarta, Taksi Surabaya, Taksi Malang, Taksi Mataram dan seterusnya. Tapi aku gak punya nomor telepon Taksi Bandung!

Jadi, pas liat kendaraan biru-biru dengan logo Bluebird di jalanan di Bandung, berplat D, leganya hatiku! Promosi? Bisa jadi. Mudah-mudahan perusahaan taksi yang satu ini cukup konsisten dengan penggunaan argonya, dan mudah-mudahan bukan argo kuda.

Ps: mungkin gak ya, kalau taksi di Bandung oke, orang-orang ber-plat B itu akan berhenti membawa kendaraan ke Bandung dan naik taksi, orang-orang itu berhenti membuat kemacetan, berhenti membuat kekacauan dan keributan dengan gaya “plat-B”nya itu?