11.9.05

Sepuluh Hal Kenapa Aku Betah Jadi Freelancer?

  1. Menjadi boss buat diri sendiri.
    Siapa yang gak suka? Walaupun sebetulnya selalu ada atasan di tiap-tiap pekerjaan lepas yang dilakukan, tetap saja berbeda dengan atasan kalau bekerja tetap. Tetap saja ada kesadaran bahwa atasan itu hanya atasan untuk satu, dua, tiga bulan atau satu semester ini saja kok.
  2. Punya alasan untuk belanja baju yang beranekaragam.
    Menyenangkan bisa punya beberapa gaya berpakaian. Kalau harus ke tempat kerja yang agak santai, bisa pakai jeans dan baju kutung atau kaos doang. Kalau lihat baju rapi jali yang menarik, sah sah saja dibeli untuk dipakai pada pekerjaan yang lebih formal. Ada banyak kesempatan untuk bereksperimen dengan berbagai jenis pakaian, alasannya kuat pula. Baju kerja jadi beragam dari celana jeans, training, kaos, kemeja, rok, blazer….sebut deh semua jenis pakaian! Jadi, tinggal di negara yang gak punya 4 musim gak masalah, tetep ada alasan untuk ganti pakaian (soalnya dulu temanku berkomentar, kesian deh tinggal di negara yang gak kenal 4 musim, gak ada alasan buat beli baju berbagai jenis sesuai musim)
  3. Pertemanan yang beragam.
    Mulai dari yang kebapakan atau keibuan (atau malah kakek nenek kali ya), sampai yang sepantaran, atau bahkan jauh lebih muda (huhuy, borondong gurih lezat loohhh daun muda itu…*GUBRAK). Dari yang superduper serius, pinter, bloon sampai yang cuek bebek. Untuk itu kemampuan mengingat nama dan muka jadi sangat penting, sayangnya kemampuanku untuk hal itu sangat sangat buruk. Jangan lupa ponsel dengan kapasitas menyimpan data yang besar.
  4. Bisa punya beberapa kartu nama
    Semua sesuai dengan tiap-tiap jenis pekerjaan lepas yang dilakukan. Ada yang sifatnya santai dan bebas, ada yang musti formal dan standar.
  5. Pekerjaan lepas seringkali mendapat bayaran lebih besar daripada pekerjaan tetap!
    Tapi, kata kakek nenek sih easy come easy go. Bukan itu saja, berhubung pekerjaan lepas, kadang si pemberi kerja tampaknya hobi melepas tanggung jawab, alias mangkir memberi honor loh! Prinsip sedia payung sebelum hujan musti dipegang kuat-kuat. Hari ini bisa dapet duit besar, tapi musti cukup menghidupi 12 bulan ke depan loh. Mantep kan!
  6. Honor cepat naik kelas.
    Maklum, jadi sangat tahu “harga” pasaran sebuah pekerjaan, dan semakin tahu trik-trik untuk bisa lihat pekerjaan yang menantang (duitnya atau substansi pekerjaannya). Cuman ya itu tadi, belum tentu bisa selalu ketemu kerjaan yang pas sih, dan duitnya bisa jadi harus diirit-irit sampai proyek selanjutnya.
  7. Bisa punya pengacara sendiri!
    Serasa artis aja ya. Pengacara perlu. Walaupun mungkin masih proyek tengkyu atau proyek gotong royong. Syukur kalau ada kakak/adik atau keluarga lain yang melek hukum. Maklum, kontrak-kontrak untuk pekerja lepas seringkali ajaib (atau bahkan tidak eksis…harus diwaspadai deh kalo kayak gitu). Daripada pakai gak enak hati, ujung-ujungnya nanti bisa gak enak hati, jiwa dan raga, lebih baik selalu bertanya pada ahli hukum tentang segala perjanjian yang ada di tiap pekerjaan yang datang.
  8. Buat para pengejar daftar riwayat pekerjaan, jelas daftar jenis pekerjaan di CV jadi sangat cepat bertambah.
    Kadang bisa jadi senjata makan tuan, kesannya kan kutu loncat banget, padahal mungkin memang karena pekerjaan tersebut pekerjaan kontrakan, bukan pekerjaan tetap. Selama bisa memberi alasan tepat, gak masalah. Daftar bisa terus bertambah dalam hitungan minggu loh!
  9. Bisa punya beberapa ruang kerja.
    kerja di rumah aja ahhhhSeru. Bisa saja kerja di salah satu kantor dimana pekerjaan lepas itu tengah dilakukan, dan kalau bosen, tinggal kasih beberapa alasan dan bekerja dari rumah atau malah dari tempat-tempat lain yang bisa memicu otak untuk bekerja sama dengan tenggat waktu. Bosan dengan ruang kerja yang itu-itu saja gak ada deh dalam kamus freelancer. Efeknya, mobil jadi seperti rumah berjalan. Buku-buku penting harus selalu dibawa, barang-barang penting untuk urusan pekerjaan juga harus selalu siap sedia.
  10. Bisa berlibur kapanpun!
    Kalau mood lagi ingin kerja (atau biasanya sih lebih tepatnya kalau dompet sudah mulai teriak-teriak minta diisi), ya tinggal cari kerjaan. Apapun itu yang penting suka dan bisa ngisi dompet itu bonus dong. Pas lagi muak dengan pekerjaan, tinggal berhenti menerima tawaran dan pergi liburan. Mau harian, atau liburan bulanan, terserah, gak ada yang marah (herannya, tawaran menarik biasanya selalu datang di saat memutuskan mau berlibur loohhh). Asiikkk

Hanya saja, perlu persiapan sangat sangat matang sampai punya jawaban yang pas buat pertanyaan,”kerja dimana, nih sekarang?”