13.7.05

Teman Teman

Satu-satu teman pergi meninggalkan Bandung, untuk pekerjaan, untuk keluarga, atau untuk hal lainnya. Teman-teman baru berdatangan. Tapi tentu saja, tidak bisa menggantikan tempat di hatiku yang kosong ketika satu per satu teman-temanku pergi. Bukan berarti mereka tidak seberarti yang sebelumnya, mereka menempati tempat baru di hati.Tempat yang kosong akan tetap selalu kosong, untuk teman baru, ada tempat baru. Mudah-mudahan masih cukup tersedia banyak tempat untuk itu. Aku pikir hati itu bersifat elastis kok, tidak seperti kotak kayu yang bisa penuh terisi.Image hosted by Photobucket.com

Memang, justru kepergian mereka membuat aku mendapat banyak teman baru, dari tempat-tempat yang tidak disangka. Kalau pertemanan dulu itu kan karena tetanggaan, atau terutama satu sekolah, entah karena satu kelas atau satu jurusan, atau satu kegiatan ekstrakulikuler ataupun kegiatan unit. Maklum, energiku sedikit berlebih, jadi musti ikut ini itu supaya tersalurkan. Sudah ikutan aja, masih cerewet begini loh!

Kenapa tempatnya tetap kosong? Karena mereka mengisi hatiku dengan caranya masing-masing yang tidak bisa tergantikan oleh keberadaan orang lain. Ada saat-saat kekosongan itu begitu terasa, tapi bukan tidak mungkin itu kembali terisi, walaupun sesaat, di saat waktu dan kesempatan memungkinkan.

Memang, menyenangkan sekali punya kehidupan yang rutin, dengan kegiatan yang cenderung tetap. Sekolah, kuliah atau bahkan bekerja tetap. Punya putaran sosialisasi yang tetap (eh, enggak juga kali ya, aku jadi beruntung punya teman dari mana-mana dan bisa ada kapanpun).