19.7.05

Copy Paste

Image hosted by Photobucket.comTadi untuk pertama kalinya, ngasih ujian lisan untuk anak-anak Unpas. Sesuatu yang bikin dosen lain geleng-geleng kepala. Kaget aja, melihat niat aku untuk "mengurusi" anak-anak itu. Soalnya ujian lisan itu muncul karena aku marah besar setelah melihat tugas harian kelas ternyata disepelekan. Alias, lebih dari setengah kelas mencontek ke satu atau dua sumber. Mereka, jelas-jelas meng-'copy paste' tugas orang lain.

Duh, teknologi copy-paste itu memang sudah terlalu membudaya ya.

Aku juga dimanja banget dengan fasilitas Ctrl C dan Ctrl V itu. Pernah, karena males dan pegel, aku copy paste sebuah email pribadi, tapi lupa mengganti nama *kesalahan gak perlu banget, aku tahu* walhasil temanku yang dapat hasil kopi-an itu ngamuk dong.

Konon, pernah juga ada rencana tata ruang yang dibuat dengan cara copy paste. Gebleknya, seperti aku, nama kota atau nama daerahnya tidak diganti. Duh, miris banget, cermin kebobrokan yang lain lagi nih. Kebayang dong, kalau di Bandung, misalnya, tiba-tiba ada satu konsep jalan di pinggir pantai...bengong dong walikota yang ngasih tu proyek! Rasanya untuk kasus yang satu ini, yang menjadi taruhan jelas rakyat banyak.

Tapi itu terjadi dimana-mana, bahkan sms pun kita sering copy paste, terutama untuk acara-acara khusus seperti ulang tahun atau hari raya. Ah, aku tidak terlalu ambil pusing, karena itu memang tidak perlu dipusingkan, tokh perhatian dari pengirim sms itu yang penting.

Image hosted by Photobucket.comBalik ke urusan tugas...tunggu dulu deh. Copy paste itu sesuatu yang sangat tidak aku suka. Aku ingat, jaman kuliah pun, file tugas aku sering dipinjam untuk di-copy dan kemudian di-paste oleh siapapun itu. Aku agak-agak pilih orang deh, tapi aku tahu pasti, teman-teman kuliahku itu tidak pernah copy paste blek lek blek, palingan cuman ambil ide dasar, atau bahkan kalimat awal *yang konon paling susah dilakukan*. Malah di tingkat 1 sih, asisten praktikum mata kuliah dasar umum, masih mengharuskan tugas ditulis tangan. Duh, kalau jaman sekarang harus ditulis tangan, aku juga gempor. Udah ga biasa, udah dimanja dengan berbagai fasilitas, dan yang terbaru setelah ada PDA, praktis jarang sekali menulis pakai tangan di kertas apapun. Makanya aku heran sekali melihat setengah kelas bisa mengcopy tanpa merubah apapun, bahkan merubah jenis font sekalipun! Aku tahu, karena hasil pekerjaan lebih dari 5 halaman itu, blek blek blek sama bahkan sampai kesalahan tulisnya yang gak cuman satu dua. Duh, please deh...

Mau tahu yang lebih dahsyat?

Ada yang hasil tugas adalah fotokopi-an, lengkap dengan kertas yang agak kehitaman karena hasil fotokopian(!). mBo, ya ntar-ntar kalau foto kopi juga di tempat yang bagus gitu loh...nyontek tuh yang kreatif dan cerdik dikit susah amat!.