7.5.05

Rapel

Tidak terasa, tiga minggu sudah setelah peristiwa byar pret di rumah. Waktu itu, rasanya ada banyak sekali yang ingin ditulis. Tapi akhirnya, sejalan dengan waktu, semuanya tidak ada yang tertulis.

Begitu juga dengan perjalanan ke Jakarta. Ada banyak cerita. Ada banyak kekesalan tapi juga kegembiraan. Melihat rumah baru Vera, setelah sekian tahun berumah tangga dan berdomisili di Bandung, akhirnya harus dengan dengan senang hati mengharuskan diri untuk pindah ke Jakarta. Memasuki rumah baru, memulai hidup baru, beradaptasi lagi. Tapi bener loh, Ver, Ale itu jauh lebih cerewet setelah di Kalimalang ketimbang waktu masih di Gerlong. Untung saja rumahnya dekat dari rumahku, untuk ukuran Jakarta, aku bisa sampai ke rumah Vera hanya dalam waktu kurang lebih 10 menit jelas bukti kedekatan dong.

Aku juga bisa ke Bakoel Koffie, yang ternyata baru direnovasi, jadi ada ruangan kecil untuk para penikmat asap bebas rokok, yang sayangnya dingin banget. Ngobrol di ruangan itu harus agak jaga diri, soalnya bergema bo! Obrolannya? Super duper seru ya Lus, dan juga sama serunya dengan obrolan tadi sore di Oh La La (kok bisa sepikiran gitu sih?).

Kembali menyetir Jakarta-Bandung. Tidak, aku tidak lewat Tol Cipularang, walaupun konon lewat tol yang satu itu, perjalanan Bandung - Jakarta jadi hanya 1,5 jam sajah, itu pun tidak perlu kekebutan, perjalanan biasa (tentu jangan dihitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk keluar dari pintu tol, atau betul-betul tiba di Jakarta Pusat misalnya). Bukan apa-apa, konon tingkat kecelakaan di jalan tol baru itu masih tinggi, Ada beberapa penyebab, karena memang jalan mulus bikin orang lupa diri (sebagaimana hidup yang terlalu mulus dan lurus juga bisa bikin orang lupa diri) dan juga karena jalan tol itu sendiri memang belum sempurna, masih dalam tahap uji coba, jadi jangan heran dong kalau masih ada ruas ruas jalan yang masih dalam tahap pengerjaan.

Terus selama seminggu masa UTS, aku malah menikmati hal-hal yang sudah lama tidak aku lakukan, soalnya sudah ada abang nih, hehehe. Ngobrol dan nongkrong di Potluck lagi (eh, beberapa kali mendapati tempat itu dengan suasana kayak jaman dulu, duh, enak banget deh), kukurilingan gak jelas yang menyenangkan. Lihat-lihat buku baru, lihat-lihat baju baru, lihat-lihat tas baru. Sayangnya betul-betul lihat-lihat nih.

Sayangnya aku sudah di Jakarta lagi. Dalam perjalanan ke Medan dan terus mau ke Tarutung. Apa semingguan ini masih bisa curi-curi internet-an ya?