6.4.05

Kesini Kesitu

“Would you tell me, please, which way I ought to go from here,”asked Alice
“That depends a good deal on where you want to get to,”said The Cat

-Lewis Caroll, Alice in Wonderland-

Aku sedang mempersiapkan bahan untuk kuliah jam 7 pagi besok *yup, sesal kemudian memang tidak berguna, aku juga tidak habis pikir, kok bisa-bisanya aku bikin jadwal jam segitu!* dan tiba-tiba terantuk percakapan di atas.

Sekarang, semua serba memungkinkan tapi juga justru membingungkan – terutama kalau belum tahu mau kemana. Kata Si Kucing, semua tergantung kita mau kemana setelah itu. Bukan sekedar setelah lulus mau kerja, setelah kerja mau menikah (barangkali loh) dan seterusnya. Lebih dari itu.

Kita semua harus punya satu tujuan yang jelas, dan itu bukan didapat tanpa sengaja bagaikan wangsit di siang bolong yang inspirasional. Mulai dari hal yang kecil misalnya keluar rumah pasti harus jelas kan, mau kemana-nya, sampai akhirnya ke pertanyaan besar, kita menjalani semua ini sebetulnya mau kemana sih?

Saat ini, aku hanya berupaya melakukan ini itu, mengajar kelilingan sebagai dosen yang katanya “luar biasa” *sumpah, gak ngerti dimana ke-luar biasa-annya* yang terkadang seakan sebuah proyek tengkyu saja (!). Aku melakukannya bukan sekedar sebagai suatu pekerjaan. Aku senang di mencari tahu, meneliti, dan membagikannya lagi ke orang lain di depan kelas. Aku berharap suatu saat bisa punya “rumah” dimana aku bisa bekerja: mengajar dan meneliti dengan konsentrasi dan komitmen penuh di tempat yang tepat yang sampai sekarang belum kutemukan (dan belum menemukan aku juga...kekekek). Saat ini, aku menabung semua pengalaman yang bisa aku tabung. Kata orang kan, dikit dikit lama lama jadi bukit.

Image hosted by Photobucket.comDari sini aku mau kemana? Ya, aku mau ke titik tersebut, mungkin tidak sebentar, mungkin tidak mudah, tapi aku akan terus berupaya supaya sampai ke titik tersebut. Kali ini, aku pikir, aku sudah harus mulai berlari kesitu.