29.3.05

Moci Sukabumi

foto moci ini disimpen di Photobucket.comAku suka moci. Itu loh, makanan khas Sukabumi. Kalaupun tidak sempat lewat Sukabumi, moci bisa kamu beli hampir di setiap toko oleh-oleh sepanjang jalan besar di Kota Cianjur. Bentuknya bulat, kenyal kenyel dengan kacang didalamnya, dan dilumuri tepung putih. Rasanya manis, kadang agak sepet karena tepung putihnya.

Belinya memang bisa dimana-mana. Harganya juga tidak mahal. Herannya, orang masih suka membeli semurah mungkin, kadang dari tangan-tangan tidak bertanggungjawab, alias bukan di toko. Rasanya sering kali seperti kacang basi, bentuknya juga aneh.

Ternyata, tidak banyak yang setuju bahwa moci itu enak. Mas Firman, misalnya, tidak terlalu suka moci. Mau tau, katanya moci itu dibuatnya di kelek gitu. Kekekek. Jorok ya. Harus diperagakan dulu, baru bisa terbayang. Jelas aku dan rombongan terkekeh-kekeh, antara tidak percaya dan percaya sih. Pantesan Mas Firman tidak begitu antusias waktu kami ngotot untuk mampir di salah satu pabrik moci yang sebetulnya sebuah rumah kecil di sebuah gang itu.

Psssttt, biar tidak suka, Mas Firman ngeborong loh. 4 x 5dus moci itu dibelinya. Dua puluh ribu diberikan untuk si penjual.

Mas Firman, Pak Ari, Pak Kepala BappedaItu dia, salah satu hasil perjalanan ke Sukabumi kemarin. Tujuan utama sih untuk mendampingi mahasiswa salah satu mata kuliah. Pertemuan dengan Bappeda Kota Sukabumi. Melihat rumah tempat tinggal mahasiswa itu selama seminggu ini. Makan siang di Bu Eutik (?) yang punya goreng oncom yang enak itu. Ditutup dengan pergi ke pabrik moci tadi. Salah satu yang menggangu adalah, tawaran untuk arung jeram di Citarik akhir minggu ini dari salah seorang mahasiswa. Kenapa mengganggu, kan suka arung jeram? Ya mengganggu, karena Sabtu ini aku punya janji dengan anak-anak Ile, ada latihan spesial.