28.2.05

Wisudaan

Menjelang wisudaan, kalimat yang paling sering didengar adalah "selamat ya, kapan neh makan-makannya." Antara seneng dan kesel juga sih dengernya. Dan, memang, untuk peristiwa seremonial yang berlangsung hanya beberapa detik itu, begitu banyak persiapan yang harus dilakukan. Tunggu dulu, beberapa detik? Iyalah, kalau hanya menghitung saat rektor memindahkan tali di toga (itu juga kalau cukup beruntung bisa maju ke depan, soalnya konon di beberapa universitas, boro-boro ada kesempatan untuk maju saking banyaknya mahasiswanya). Buat aku, wisudaan emang hanya seremonial mindahin tali itu, wong ijazah belum dapat juga kok, hanya sebuah map yang berisi pengumuman bahwa ijazah baru bisa diambil 2-3 bulan lagi.

setelah wisudahaan, beberapa tahun laluSeluruh persiapan yang kadang bikin pusing kepala, buat wisudawan dan keluarga sih masih bisa disambut dengan senyum. Tapi, akibat dari wisudaan itu buat mereka yang tidak wisuda dan bukan keluarga? Sulit disambut dengan senyum!

Salah satu peristiwa yang sangat identik dengan wisudaan adalah: macet. Informasi tentang universitas yang mau wisudaan akan selalu ditanggapi dengan cepat. Maklum, disini ada berbagai universitas besar seperti Unpad, ITB, Unpar, Unisba, Unpas dll. Umumnya wisudaan berlangsung hari Sabtu pagi ke siang. Dan beberapa dari universitas tadi terletak berdekatan. Bayangkanlah, apa yang terjadi jika ada dua universitas itu melangsungkan wisudaan pada hari yang sama. Macet total.

Jalan Dago, adalah salah satu jalan yang terlarang, diikuti Jl. Siliwangi. Bukan itu saja, tapi cabang-cabang Jalan Dago seperti Raden Patah dan Imam Bonjol pun mendadak menjadi tempat paling semrawut. Padahal, sehari-hari jalan-jalan itu sepi. Jadi, kalau tiba tiba di jalan-jalan tersebut harus berhenti total bukan semenit dua menit, tapi bisa sampai satu jam, itu RUARRR BIASSA.

Walhasil, saat ini, aku di Taman Sari, tercebak macet. Lebih baik aku parkir di depan pintu belakang ITB sambil menulis dan mencoba melupakan kemacetan di sekitar aku. Palingan dalam satu jam semua sudah lancar. Satu hal yang pasti, aku gak mungkin bisa nonton The Aviator yang jam 2, wong sekarang saja sudah beberapa menit menjelang jam 2. Yah, sabar sajalah, mudah-mudahan mereka yang baru diwisuda itu tidap perlu ikutan masuk dalam daftar pengangguran yang makin panjang itu.
...iya, aku akui, aku juga menyebabkan macet berkepanjangan waktu wisudaan, karena aku dan teman-teman dengan bahagianya menjadi bagian dari arak-arakan panjang yang bikin macet itu, dan saat itu, aku tidak begitu memikirkan soal macet itu :)