14.2.05

Kasih

Kebaktian minggu sore kemarin, lagi-lagi kebaktian puji-pujian. Senang sekali. Bukan karena lebih banyak pemuda yang kebaktian (itu sih lagi-lagi jatah Maurice adikku, walopun tetep pake jaim, soalnya gak level banget deh kenalan dan nanya nomor telepon di gereja. Hahaha), tapi karena suasana yang berbeda, dan, kebaktian puji-pujian gitu loh!

cintaKasih. Itulah yang aku dapat selama kebaktian. Kasih itu sabar, kasih itu murah hari, ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong, ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri, ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain, ia tidak bersukacita karena ketidakadilan tetapi karena kebenaran, ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu dan menganggung segala sesuatu. Bukan kasih sebagai sebuah slogan.

Kemarin, aku diingatkan pada kasih terbesar yang pernah aku dapat seumur hidupku. Kasih Tuhan untukku. Membuat aku ingin menangis atas semua yang Dia lakukan untuk aku, bersyukur karena aku boleh merasakan kasihNya. Memberikan nyawaNya. Memberikan hidup. Dan, apa yang sudah aku lakukan bagiNya? Apakah kasihku hanya sebuah slogan?

Waktu kamu mengasihi seseorang, mungkin kamu bersikap seperti aku. Aku, selalu ingin memberikan yang terbaik bagi mereka yang aku kasihi, membuat mereka yang aku kasihi itu bahagia. Hanya itu juga yang ingin aku lakukan untuk Dia yang sudah selalu mengasihi aku. Kasih yang bukan “karena” tapi kasih yang “walaupun”. Aku juga ingin belajar lebih mengasihi orang-orang yang ada di sekitar aku, bahkan tanpa melihat siapa mereka.

Pada akhirnya, buat aku, tidak ada yang lebih indah untuk berada di antara orang-orang yang aku kasihi, berada di antara orang-orang yang mengasihi aku. Mudah-mudahan hari ini aku bisa merasakan itu semua.