24.1.05

Selamat Ulang Tahun, Abang


24 Januari 2004, buat sebagian besar orang pastilah hanya menjadi sebuah hari lain dalam rutinitas sehari-hari. Hari Senin pula, hari yang identik dengan keengganan untuk memulai pekan yang baru setelah akhir pekan panjang kemarin ini. Tidak ada yang istimewa, kecuali bahwa hari ini, 35 tahun yang lalu, seorang ibu melahirkan putranya, buah kasihnya sang ibu dan sang bapak. Seorang anak yang dikasihi oleh mereka berdua. Seseorang yang kemudian juga aku kenal.

Hari ulang tahun seseorang.

Sebagian dari kamu menganggap hari itu sebagai pengurangan umur. Aku sendiri lebih suka melihat kebalikannya, bahwa hari itu adalah penambahan umur. Hari untuk kembali bersyukur dan bersyukur atas hari-hari di belakang disertai doa atas harapan untuk hari-hari di depan.

Aku pikir, tidak ada yang salah dengan merayakan atau tidak merayakannya. Sebagian orang senang merayakannya dengan 1001 cara, sebagian lagi bahkan berupaya menyembunyikannya. Setidaknya menyembunyikan tahun kelahirannya yang justru semakin menunjukkan angka tahun kelahiran tersebut loh. Entah bagaimana kamu menanggapi hari kelahiran kamu, tidak masalah.

Aku senang bisa berkesempatan melewati sebuah hari kelahiran seseorang yang aku kenal dan aku sayang. Aku senang bisa mengingat hari kelahiran seseorang dengan doa dan harapan bahwa hari-hari di depan akan membawa kebahagiaan. Aku bahagia jika aku bisa menjadikan hari kelahiran keluarga atau sahabat sebagai hari untuk memanjatkan harap supaya mereka meraih mimpi dan cita-citanya. Berbagi di hari ulang tahun, berbagi kasih.

Selamat ulang tahun, Abang.
catatan kecil, hari ini ada dua orang lain yang aku sayang yang juga berulang taun: Priska dan Kak Goli...what a celebration day...