20.1.05

Jalan Jalan ke Jakarta


Aku, sulit membayangkan Jakarta sebagai tempat favorit untuk kunjungan yang diberi label "wisata". Entah kenapa, buat aku, Jakarta itu kota yang sumpek yang lebih tepat untuk mencari duit dan menghabiskannya dalam sekejap. Apa mau dikata, mahasiswa salah satu kelasku akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Jakarta untuk memenuhi tugas kuliah lapangan untuk mata kuliah yang berbau pariwisata itu.

silahkan klik untuk melihat foto-foto  jalan-jalan lainnyaJakarta Kota, Sunda Kelapa dan Taman Impian Jaya Ancol. Tiga kawasan dengan karakteristik masing-masing. Bahkan dalam perjalanan menuju Kota, mahasiswa-mahasiswaku cukup tergoda untuk mampir ke Mangga Dua! Dalihnya bagus, karena itu kan juga tujuan untuk wisata belanja.

Aku beberapa kali menjelajahi Jakarta Kota dan khususnya Museum Fatahillah. Banyak perubahan, banyak juga yang tidak berubah. Masih saja tidak merasa nyaman dan aman untuk berjalan-jalan di sekitar Kota seorang diri, tapi juga masih mampu membuat aku mengkhayalkan seandainya saja tempat itu menjadi lebih baik dan lebih menyenangkan. Rombongan yang sebagian besar belum pernah kesana, punya berbagai komentar positif dan negatif. Senang, karena tidak ada keluhan karena harus berjalan kaki berputar-putar, bahkan beberapa diantaranya berjalan kaki sampai ke Museum Bahari.
Pelabuhan Sunda Kelapa yang baru saja ramai setelah selama 100 hari pertama presiden baru tidak ada kegiatan bongkar muat. Walhasil, kami harus berjalan berhati-hati kalau tidak mau terantuk kayu yang hilir mudik *orang yang bawa kayu tentunya!* Beberapa diantara mereka memutuskan naik perahu, beberapa memutuskan berjalan di sekitar tempat tersebut, beberapa memutuskan untuk...tidur.

Tujuan terakhir adalah Ancol. Beberapa memutuskan untuk ke Dufan, sebagian lagi memutuskan untuk berkeliling Ancol tanpa Dufan. Mereka memang aku beri kebebasan untuk menentukan sendiri titik-titik yang menarik untuk mereka amati. Menyenangkan sekali melihat mereka bergembira, marah-marah karena mengantri dan juga muntah-muntah setelah naik kora-kora (masih kalah sama aku ternyata...hehehehe).
Hari itu ditutup dengan keterlambatan pulang ke Bandung selama satu jam, karena beberapa dari anggota rombongan nyasar ke suatu tempat, dan yang harus disusul oleh orang lain, dan kemudian, tentu saja mereka yang nyasar berinisiatif pulang sendiri sementara mereka yang menyusul tidak kembali-kembali!

Kami beruntung hari Selasa itu tidak hujan, tetapi mendung. Kami bisa berjalan dengan tenang tidak terlalu kepanasan. Kami beruntung karena keesokan harinya banjir melanda sebagian besar Jakarta, dan tentu saja tempat-tempat yang kami kunjungi itu. Hujan hanya kami alami di sepanjang perjalanan menuju dan dari Jakarta. Macet hanya kami alami di beberapa titik.

Jakarta memang punya banyak sekali wajah. Hanya sedikit dari sekian wajah itu yang kami coba lihat. Mencoba mengunjungi tempat-tempat yang barangkali tidak akan dikunjungi kalau bukan karena ini merupakan kegiatan perkuliahan. Mencoba mengunjungi museum yang jelas-jelas bukan tempat kunjungan favorit. Mencoba berjalan kaki di tempat yang tidak begitu nyaman tapi sebetulnya bisa sangat indah. Mencoba menyelusuri suatu pelabuhan yang menjadi cikal bakal sebuah ibukota tetapi sayangnya tampak terlupakan oleh sebagian besar penduduknya. Mencoba melihat sebuah tempat kunjungan favorit yang senantiasa penuh dari sisi lain.

Menyenangkan, walaupun hari ini badanku biru-biru kecapekan :)