1.12.04

Ssssttt.. ada gossip nih...


Beberapa tahun lalu, aku sempet belajar sebuah lagu, yang kata-katanya kayak gini: Gossip gossip evil thing, much unhappines it brings!*jadi teringat masa-masa konser nih*

Jadi pengacara, pengangguran banyak acara, paling asik ya nonton acara gosip. Aku gak gitu suka nonton tivi, kecuali untuk film-film sitkom setengah jam yang udah jarang ada di tivi. Program tivi yang akhirnya aku tonton ya, acara gosip itu loh. Infotaintment. Itu istilahnya sekarang. Entah darimana istilah itu, information dan entertainment-kah? Informasi seperti apa? Gosip yang diberi label informasi supaya berkesan penting untuk diketahui itulah infotainment.

Aku suka nonton acara gosip, tapi terutama kalau sudah lama tidak menonton tivi. Kalau kayak sekarang, wah, dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore, berpindah-pindah saluran televisi, semua beritanya sama: percintaan, perkawinan, perceraian, persengketaan. Muter disitu. Proses perceraian Reza dan Adjie adalah salah satu yang terus menerus muncul. Sampai, konon, Reza sendiri cape melihat muka dia di televisi. Yah, ada orang yang terus menerus muncul dengan berita miring *kok disebut miring ya*, dan ada orang yang tidak pernah tersentuh acara gosip itu. Misalnya, katanya Cut Mini sampe bercita-cita jadi artis infotainment, yaitu artis yang digosipin di infotainment saking gak pernah diberitakan!

Mungkin, memang pada dasarnya senang bergosip, senang membicarakan orang, biasanya dilakukan dengan satu perasaan bahwa dia lebih baik dari orang yang dibicarakannya itu. Huh! Soalnya apa coba gunanya menonton acara yang katanya "informasi" itu? Tapi lihatlah, hampir di setiap jam ada acara yang konon memberi informasi mengenai dunia hiburan.

Iya, iya, aku tahu, aku juga sebaiknya tidak usah nonton dong. Tapi, ya gitu deh, selalu ada rasa penasaran, apa lagi sih yang dibuat oleh orang-orang itu, dan tentu saja aku sering berkata kok bisa ya kelakuan seperti itu. Tuh, kan, sok tahu dan sok benar sekali tokh! *oh ya, aku dan beberapa teman juga jadi tahu tentang perselingkuhan pacar salah satu sahabatku dari acara gosip itu loh, kalau enggak nonton acara gosip, kami gak tahu kalo itu laki-laki sudah dengan enak menduakan temanku dan bahkan sudah dipamerkan kemana-mana tuh pacar lainnya itu. Huh*

Hanya saja, aku tidak sanggup nonton acara itu terus menerus. Muak, enek dan juga kehilangan suasana "nonton iseng gak jelas"nya. Cukup sekali dua kali, untuk membuat diri ini ada di ruang keluarga berinteraksi dengan anggota keluarga lain sambil melihat acara-gak-mutu-tapi-tetep-ditonton itu.

Kalau saja kamu yang terkena gosip, duh, santai aja. Biar kata orang tak ada asap kalau tidak ada api, cuek saja. Itu cara terbaik menanggapi gosip. Apakah aku artis sampai bisa ngomong kayak gitu? Bukan...bukan. Hanya saja, dalam kehidupan nyata, di bangku kuliah atau tempat kerja, gosip itu selalu ada, walaupun tidak masuk layar kaca, dan selalu saja menyakitkan buat yang digosipin tapi menyenangkan buat yang menggosipkan! Betul deh, cuek aja, senyum aja, biarin mereka capek. Ini taktik jitu, dan jagalah lidah kita yang memang lebih tajam daripada pisau dan kadang mengucapkan kata yang tidak ingin kita ucapkan. Lidah tidak bertulang tapi kekuatannya, aduh, mak!

Apapun itu, betul kata sebuah lagu klasik itu....
Gossip gossip evil thing, much unhappines it brings!

Met bobo ya

Dulu sih, aku gak ngerti ada orang yang begitu sulit untuk bisa tidur. Entah kenapa, aku ini benar benar tukang tidur sejati. Aku tidak pernah sulit tidur. Dimanapun, kapanpun, aku selalu bisa tidur. Mau di kursi empuk atau kursi kelas, mau sepi ataupun ribut, tidak masalah, kalau aku ingin tidur tinggal tutup mata, dalam beberapa menit aku sudah tertidur. Bukan itu saja, dalam waktu tidur yang 15 menitpun, aku masih bisa bermimpi! Makanya, istirahat cukup bukan merupakan masalah. Asal ada waktu kosong, aku pasti bisa tidur.

Tapi itu dulu! Beberapa waktu kebelakang ini, aku agak sulit tidur. Entah kenapa. Aku pikir mungkin karena kegiatan yang agak santai: kuliah belum semua mulai, kegiatan-kegiatan “ekstra” mulai berkurang, dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Denagn kata lain, badanku tidak terlalu keras bekerja. Jadi, ini lagi-lagi mungkin loh, aku tidak terlalu cape, jadinya badan masih segar bugar padahal sudah malam. Jangan-jangan, selama ini aku memang terlalu banyak kegiatan ini itu seperti yang sering dibilang orang-orang, makanya gak sulit untuk bisa tidur?

Kesal banget. Sudah tengah malam, mata sudah tertutup, tapi belum bisa tidur. Sudah pasang lagu enak dan mempersiapkan tempat tidur senyaman mungkin, tetap tidak membantu. Terkadang, bisa 1-2 jam, aku baru tertidur. Memang sih tidak pernah lebih lama dari ini *soalnya aku pasang pengatur waktu di radio, dan biasanya tertidur sebelum radio/ kaset/ CD mati*. Aku tidak suka tuh, membiarkan diri di depan televisi sampai tertidur seperti yang dibiasakan banyak orang. Kok kayaknya tidur sih tidur, tapi tidak nyenyak. Yah, sebetulnya ini sih belum separah beberapa orang, seperti Maurice dan Ina adikku, yang bisa baru tidur di jam 4 atau 5 pagi. Kalau Maurice akan menghabiskan waktu di depan televisi *tuh kan, televisi lagi*, Ina biasanya menghabiskan waktu dengan bermain gitar sambil bikin lagu *kadang menyenangkan, tapi kadang cukup ganggu kalau aku lagi juga sulit tidur*.

Beberapa orang bisa jadi bilang, ah, segitu sih belum bisa dibilang sulit tidur. Iya sih, tapi buat aku yang sebelumnya belum pernah mengalami yang namanya susah tidur, ini sangat mengganggu. Soalnya makin lama aku ngayal atau mikir ini itu sebelum tidur, semakin lama juga aku bangun pagi yang betul-betul bangun dari tempat tidur ya, bukan sekedar buka mata. Loh kok bisa? Ya bisa! Itu sih teori aku. Kalau tidurnya cepat, biasanya bangunnya juga bisa cepat, tapi sebaliknya kalau tidurnya lama, pasti bangunnya lama.

Kayaknya, badan ini harus dibuat capek banget baru deh bisa tidur enak lagi. Mudah-mudahan kamu gak mengalami susah tidur kayak aku ya.