19.10.04

Siaran di HardRock

Kayaknya semangat nulis emang lagi gede banget deh. Biarlah, daripada gak puguh, kayaknya nulis emang bikin seluruh emosi aneh aneh bisa keluar

Pas Lusi ulang tahun, aku dapet tawaran ikutan siaran tamu di HardRock. Huhuy. Impian-impian. Walopun cuman untuk satu kali, untuk satu program baru yang diadain mereka. Tapi itu udah berhasil bikin kepergian ke Jakarta untuk ngadirin ulang taunnya Lusi batal (duh, Lus, soridorimori banget, bener bener gak enak hati-nya sampe detik ini loh).

Kebayang-bayang studio, kebayang-bayang mike, kebayang-bayang mixer, kebayang-bayang komputer. Pokoknya semua yang ada di radio, keperluan siaran. Dan, bener banget, begitu ada di ruangan, kekangenan buat siaran lagi memuncak banget, apalagi pas Manik tau dari Lien soal aku pernah siaran dan mulai bertanya tentang keinginan siaran lagi. Duh....

Balik ke hardrock, aku dateng rada mepet, gara-gara tadinya pengen dateng ama Abang tapi ternyata belum bisa keluar kantor sampe jam 17.45. Ya sudahlah, aku langsung aja ke Dipenogoro.

Ternyata, sodara-sodara, aku itu kudu ikutan acara Ddduel (musti ngikutin gaya Manik pas bilang Dduel dong). Pernah baca MTV trax gak? Kayak gitu deh. Lebih gilanya lagi, eala ternyata, mereka lagi cari diantara dua orang yang ikut siaran, siapa sih yang paling hemat.

Kuakakakakakak. Orang-orang ini jelas jelas gak tau aku, yang jelas jelas tidak bisa berhemat. Hebatnya, aku bisa menipu semua orang!

Lagian salah sendiri, pertanyaannya itu membuat aku terlihat hemat dong!

Bayangin, Candra nanya,”Sebutkan tempat parkir gratis di Bandung.”

Walah, serius nih, nanya ini. Ini mah jelas jagoannya deh. Teringat masa masa miskin soalnya (deu kayak yang udah berkelebihan banget deh). Tempat parkir Gelael, eh super indo – duh entah kenapa selalu nyebutnya Gelael, yang di jalan Dago. Pokoke puteran Dago ada Kalam Hidup, Bank Niaga Dago, Bank Mandiri (ampir seluruhnya), ITB kalo parkir di dalem, toko You kalo parkir di PagerGunung dan beberapa tempat lain. Jangan salah loh, seribu perak itu lama lama berasa banget. Sama berasa-nya (eh, terasa, terasa bukan berasa, sori ya Bang) dengan beli teh botol yang dari 1500 itu kalo sehari bisa dua tiga kali, udah berasa banget kan! Makanya sejak itu, rada doyan dengan teh tawar dimanapun berada. Hehehe

Terus ditanya pula pilih mana rok Manggo ama rok Hongkong yang lebih murah beberapa puluh ribu. Jelas pilih yang lebih murah dong. I’m not into branded that much. Coba aja pertanyaannya bukan rok, tapi mereka tanya tentang sepatu atau dompet. Aku bakal ketauan tidak hematnya. Kayaknya untuk sepatu dan dompet, aku masih cukup mengejar merek merek tertentu (hmm, makasih ya, Bang, udah nemenin dapetin itu Esprit untuk gentiin Esprit lama yang udah bulukan itu, walopun ternyata itu tuh dompet cowok bo!entar entar mungkin mau ikut beliin ya....).

Manik ama Candra juga nanya soal kartu diskon didalam dompet. Paling aib adalah masih ada kartu student di Erasmus dulu, yang kebetulan tidak ada tanggal masa berlaku, karena pake barcode. Kalo di Belanda sana, udah ketauan kalo itu kartu udah tidak berlaku, tapi disini kan gak ketauan. Walhasil, walaupun bukan pelajar lagi, masih bisa dapet diskon pelajar buat arung jeram atau buat bowling. Hehehehe…. Maap maap, bener bener hemat atau pelit ya. Kacow kacow

Ditanya punya celengan enggak? Jelas jawabannya adalah punya. Itu celengan dari Widya, berbentuk smurf, dan kadang aku masukin uang kertas untuk keperluan tidak terduga, seperti beli indomie dikala kelaparan di rumah. Kekacauan lainnya nih!

Begitulah 1001 pertanyaan dikeluarkan buat nguji aku ini hemat atau enggak. Mereka tertipu. Karena sms yang masuk menobatkan aku lebih hemat dari lawanku yang aku yakin banget jauh lebih hemat dari aku!

Salah sendiri gak kasih pertanyaan:
Pilih mana: Nabung atau nongkrong di Potluck
Pilih mana: Nyewa VCD atau nonton di Bioskop!


pssttt...untung mereka gak tau tentang ketergantungan aku terhadap film bioskop dan potluck. Phfff

Bangun tidur kuterus mandi...

Aduh, bobonya gak enak banget banget!
Semalem kebangun-bangun entah berapa kali, badanku gatel-gatel semuanya.
Huh, ini pasti gara gara si biang yang bobo di selimutku sebelum dimandiin.
Walhasil, udah mah bentol bentol, pegel leher dan pegel punggung.

Mendingan makan roti bakar pake coklat aja dulu...hmmm...enakkk


Obat Pahit

Terkadang, butuh waktu untuk bisa mencerna semua hal yang orang berikan untuk kita. Terutama kritikan pedas yang memang sangat kita butuhkan atau kritikan pahit ya? Seperti obat pahit yang harus kita minum pas lagi kita sakit (soalnya kalo pedes sih, aku doyan).

Banyak hal melintas tapi aku lewatkan begitu saja, beberapa hari terakhir ini. Entah kenapa. Males banget buat ngapa-ngapain, bahkan untuk mikir. Ini sih gawat sekali. Orang hidup gak bisa tanpa tujuan dan tanpa semangat, tapi itu yang kerasa.

Aku bersyukur atas teman-teman disekitarku. Sayangnya, saat ini rasanya mereka semua jauh banget dari aku. Jadi, abanglah yang terutama aku syukuri saat ini.

Kesamaan diantara kami, membuat dia bisa lebih waspada melihat gejala gejala buruk yang sedang aku alami. Lebih galak, lebih keras untuk mengingatkan aku untuk bangun dari segala “ketidakpuguhan” ini. Makasih ya, Bang (walaupun aku tahu, dia gak pernah baca blog aku).

Entah kenapa, aku lebih sering mengeluarkan sikap “defence”, sikap melawan ketika dibilangin, padahal aku tahu pasti bahwa apa yang diungkapkan tentang aku itu emang bener. Seringkali aku lebih sering ingin memberi kesan bahwa aku “ngeyel”, “keukeuh”, “ngotot” dan kemudian aku akan tunjukkan bahwa aku mencerna semua kritik yang datang. Tapi gengsi aku, bahwa aku akan merubah sesuatu berdasarkan ucapan seseorang terlalu besar. Kacau ya! Aku takut aja, kadang, kalo aku terlalu cepat bilang iya, mengiyakan atau menjanjikan sesuatu, justru itu tidak tercapai, karena aku terlalu cepat dan tidak betul betul memikirkan hambatan yang ada, terlalu semangat tanpa sikap realistis. Sering banget, justru disaat aku bilang gak mungkin, sesuatu itu terwujud. Bisa jadi ini mitos yang aku percaya, jadi aja aku tersugesti dan jadi kejadian.

Apapun itu, aku tidak ingin mengecewakan orang orang yang aku cintai, yang juga mencintai aku dan aku tahu, menginginkan yang terbaik untuk aku. Mudah-mudahan, aku bisa terus menyadari itu, dan mudah-mudahan mereka juga bisa menyadari bahwa ini semua tidak mudah, untuk mempertemukan yang terbaik di pikiran kita dengan yang terbaik di pikiran orang orang yang kita cintai.

I love you, Pi.
I love you, Mi.
I love you, Abang.
(dan tentu saja, adik-adikku dan sobat sobat terbaikku)

can I walk with you

Although I don't feel like I'm in love and want to dedicate this love to someone, but I still want to write this song here. Well, it's been my favourite for the past couple of weeks. Really, I am not sure wheter I still want to say Can I walk with you or not.

"Can I Walk With You"

I woke up this morning you were the first thing on my mind
I don't know were it came from all I know is I need you in my life, yeah
You make me feel like I can be a better woman
If you just say you wanna take this friendship to another place

[Chorus:]
Can I walk with you through your life
Can I lay with you as your wife
Can I be your friend 'till the end
Can I walk with you through your life (fades away)
You've got me wondering if you know that I am wondering about you.

This feeling is so strong that I can't imagine you're not feeling it too.
You've known me long enough to trust that I want what's best for you.
If you want to be happy then I am the one that you should give your heart to.

[Chorus]

Now everyday ain't gonna be like the summers day.
Being in love it really ain't like the movies screen.
But I can tell you all the drama aside
you And I can find what the worlds been looking for forever.
Friendship and love together.

[Chorus]
Can I walk with you in your life?
Till the day that the world stops spinning.
Can I walk with you in your life?
Till the day that my heart stops beating.
Can I walk with you in your life?
Can I walk with you
Till the day that the birds no longer take flight
Till the moon is underwater
Can I walk with you
Can I walk with you
This is the moment I've been waiting for
Can I walk with you
Can I walk with you
Can I walk with you
You are everything I've been looking for
Can I walk with you
Creative intellectual
Can I walk with you
Can I walk with you as your wife

taken from http://www.azlyrics.com/lyrics/indiaarie/caniwalkwithyou.html
19 October 2004 7:46 a.m.