29.12.04

Panik Berbelanja


Hari dan tanggal: Kamis, 23 Desember 2004
Lokasi: Jakarta, tepatnya di Plaza Senayan (untuk keseribu kali dalam satu hari ini).
Time: Afternoon
Teman Jalan: Mami dan Adi
Hasil:
  • Keributan di menit pertama kami menginjakan kaki di Plaza Senayan
  • Perang dingin antara mami dan aku selama 10 menit selanjutnya
  • Sebuah cat kuku cantik buat Ina
  • Sebuah anting buat diri sendiri (tadinya buat mami, tapi tiba-tiba mami datang entah dari mana, dan udah terlanjur aku bikin bonnya)
  • Sebuah cincin dengan mutiara imitasi buat mami
  • Sebuah paket perlengkapan perjalanan buat Kris
  • Sebuah perang lagi gara-gara tempat makan yang berakhir dengan Adi duduk di sebuah
  • kursi dan kami berdua tetap makan malam di Spicy Garden, dong.
  • Kaset Phil Collins buat Maurice
  • Gencatan senjata yang dilanjutkan dengan perdamaian dan muka gembira yang berlangsung sepanjang perjalanan ke Bandara

Hari dan tanggal: Kamis, 23 Desember 2004
Lokasi: Jakarta, masih di Plaza Senayan
Time: Evening
Teman Jalan: Papi, Mami, Kris dan Adi
Hasil:

  • Kekesalan yang muncul hanya di aku, yang lain sepertinya baik-baik saja, sejak berangkat dari rumah.
  • Kehebohan untuk memilih tempat makan, yang akhirnya jatuh ke Spicy Garden (!), lagi.
  • Mood masih jelek, antara kesal dan sedih yang menghasilkan perut lapar
  • Keributan (lagi) karena Adi salah ambil jalan dengan hasil pergantian supir dan perang dingin sampai tiba di rumah

Hari dan tanggal: Jumat, 24 Desember
Lokasi: masih Jakarta, dan…. still Plaza Senayan, tepatnya kemudian di Kafe Roti
Time: Early afternoon
Teman Jalan: Mami dan Papi dan Kris (kali ini Adi sudah menyerah!)
Hasil:

  • Sebuah kemeja putih untuk Papi
  • Lutut yang kambuh lagi sakitnya
  • Pusing kepala melihat terlalu banyak orang
  • Beberapa foto yang berhasil diambil sebagai hasil ketidakperdulian terhadap pandangan sinis tapi pengen dari orang-orang sekitar. Kampungan? Terus kenapa?

Hari dan tanggal: Jumat, 25 Desember
Lokasi: masih Jakarta, kali ini (akhirnya pindah tempat) di Taman Anggrek
Time: afternoon
Teman Jalan: Seluruh keluarga
Hasil:

  • Sejuta umpatan kepada pengemudi (banyak) kendaraan berplat B di tempat parkir dan juga umpatan kepada tukang parkir yang terus-menerus mengklakson dan meneriakkan kata-kata yang tidak perlu.
  • Pusing kepala, melihat lebih banyak lagi orang
  • Perut yang kenyang, walaupun nasi campur itu tidak selezat nasi campur Klenteng
  • Delapan buah celana pendek untuk para lelaki
  • Lensa kontak biru gelap dengan masa pakai satu tahun untuk Ina
  • Seribu juta celaan yang terutama ditujukan untuk Adi dan Mami yang tentu saja paling banyak dilontarkan oleh Maurice
  • Perut sakit dan muka pegal karena tertawa

Lihat deh, dari pertokoan ke pertokoan. Last minute shopping yang lebih banyak menghasilkan pertengkaran daripada kesenangan dan kepala pusing akibat melihat terlalu banyak orang tapi untungnya bisa bersenang-senang, kok.

Pemandangan kami sekeluarga bisa jadi aneh buat banyak orang. Bayangkan 7 orang jalan bareng di sebuah pusat perbelanjaan, dan kami bukan lagi anak-anak. Kami semua sudah sangat besar-besar. Tapi aku suka sekali pergi bersama keluargaku, lengkap dengan pertengkaran kecil dan sejumlah celaan dan tawa yang lepas. Barang yang dibeli bisa jadi tidak berarti tapi pergi ramai-ramai (asal jangan setiap hari saja) sangat menyenangkan.

klik disini untuk liat foto-foto lainnyaYakinlah, sebagian besar dari kita lebih memilih pergi melakukan hal tersebut seorang diri (apalagi kalau kamu bukan penggila belanja seperti aku) atau dengan teman-teman, kan? Tahukah kamu, ternyata sesekali berbelanja dengan keluarga bisa jadi hal menyenangkan sih, asal jangan dibawa berbelanja serius ya. Cukup bikin pusing. Jadi, kapan kamu terakhir pergi berbelanja (atau sekedar window shopping) dengan keluargamu?

ps: silahkan di-klik fotonya, ada bonus beberapa foto lainnya