4.12.04

Coronado


Tertarik menonton karena ada kata "revolusi" di poster-poster maupun iklan film yang satu ini. Coronado. Hmm, revolusi di sebelah mana ya? Film ini hanya mengambil tema revolusi untuk memaparkan sebuah film petualangan biasa. Pemainnya tidak ada yang terlalu terkenal, walaupun juga bukan muka baru dan cukup sering bermain di beberapa film yang masuk ke Indonesia.

Seorang perempuan mencari tunangannya sampai ke Coronado. Itulah cerita yang ingin ditampilkan.


Sepertinya keinginan orang-orang dibelakangnya memang tercapai. Claudio Faeh bilang "We also spent some time browsing through 'Tintin' comic books from Europe, because they had the kind of true adventure flair we wanted to capture". Memang, dipikir-pikir film ini seperti komik. Petualangannya, walaupun ada hambatan ini itu, lebih seperti membaca komik. Banyak hal tidak dijelaskan, dan jelas bahwa revolusi hanya sebuah tempelan untuk film ini.

Sebetulnya film ini tidak terlalu mengecewakan sih, kalau untuk tontonan menghibur. Gambarnya asik-asik. Ada beberapa adegan menarik, dan bisa saja mengundang tawa, hmm, atau mungkin lebih tepatnya mengundang senyum. Di film ini juga, Amerika ditampilkan sebagai pihak yang punya banyak muka, dan doyannya mengobok-obok segala sesuatu yang bisa diobok-obok.
Melihat film ini, aku berharap bisa seperti perempuan di film itu, bisa dengan mudah memutuskan pergi ke Swiss, kemudian banting setir ke Colorado dengan mudah. Kebayang kalau aku, musti cari duit dulu dong! Apalagi, perempuan ini sangat santai loh, menurut aku, menghadapi banyak hal aneh dan baru dan mengagetkan buatnya. Tidak banyak bertanya ini itu, lebih banyak bertindak.
Walaupun pergi dengan mood sangat jelek, tokh aku bisa tersenyum sesudahnya. Ada kekecewaan sih, tapi buat aku sih menonton bioskop adalah menonton bioskop, ada kepuasan tersendiri, dan bisa membuat aku jauh lebih santai.

Makasih ya, buat yang udah repot-repot ngusahain anter jemput, ngebut-ngebut, dan mendahulukan aku, juga buat yang udah nemenin. Jangan kapok. Kekekek.

3 comments:

  1. Nonton Coronado seperti menonton sebuah olok-olok negara super power terhadap gagasan revolusi. Tak apa, itu tandanya negara super power masih takut sama revolusi, melebihi takutnya pemerintahan Indonesia menghadapi Amrozi. Hehehe. Makasih juga mei. Jangan bosen ditemenin ya. :)

    ReplyDelete
  2. sekali ini saja deh! hehehehe...

    ReplyDelete
  3. Ah, Impong suka ngiri aja.....:)

    ReplyDelete