12.12.04

Alexander

alexander the movie
Sebuah film kolosal yang bercerita tentang Alexander. Keren. Tidak menyesal menemani mami dan papi yang tiba-tiba tadi malam minta ditemanin menonton midnight show. Tidak menyesal harus mengantri lebih dari 1 jam, dan itupun harus duduk di jajaran paling depan. Tidak menyesal harus duduk tenang di bioskop selama 3 jam (!).

prajurit alexanderPlot cerita memang maju mundur dengan cara yang tidak biasa. Adegan peperangan yang beragam, dari yang dilakukan di padang gurun sampai hutan tropis. Angelina Jolie yang tetap sexy. Anthony Hopkins yang tidak lagi pemakan manusia, dan terutama Colin Farell yang keren (!) itu *walopun rambutnya yang berwarna gelap itu harus dicat, huh*, serta sebuah kisah percintaan yang “beragam”.

alexanderAleksander jelas lebih memilih mati muda tetapi dikenang karena melakukan perbuatan-perbuatan besar daripada mati tua tapi sebagai manusia biasa! Pas aku lihat film ini, aku tercenung juga. Memang ya, orang bisa jadi “besar” karena mimpi yang juga “besar”, tapi untuk itu, orang yang bersama dengan pemimpi tersebut harus mampu mengimbangi, kalau tidak entah si pemimpi yang akan mati karena tidak mampu mencapai mimpinya (atau dia terpaksa harus menguburkan mimpinya), atau orang yang disekitarnya yang akan mati karena tidak sanggup mengimbangi si pemimpi. Bagaimana jadinya ya, kalau Aleksander tidak harus mati di usia muda, di 33 tahunnya? Apakah pasukan dan rakyatnya siap bertempur bersama?