2.12.04

500 perak

Sekarang, dapat apa sih dengan 500 rupiah?

Waktu belum sekolah, bahkan dengan 5 rupiah, aku sudah bisa beli permen, jadi uang 500 rupiah betul-betul tidak terbayangkan rasanya. Pas sekolah, uang 500 rupiah adalah penghasilanku dari menyewakan buku-buku koleksi perpustakaan pribadi selama beberapa hari. Itu bisa dapat 3 atau 4 nasi bungkus yang enak. Makin kesini nilai 500 rupiah semakin tidak berharga saja! Beberapa tahun lalu, aku mengkoleksi 500 rupiah untuk bayar parkir. Sekarang, memberi 500 rupiah bisa diamuk-amuk sama tukan parkir, malah di beberapa tempat makan di Jakarta dikasih dua kali lipat dari 500 rupiah juga masih ngomel-ngomel. Duh.

Uang sebesar 500 rupiah itu seakan tidak berharga. Kita melihatnya sebagai recehan, sebagaimana uang 50 rupiah atau 100 rupiah yang juga sudah semakin jarang, dan lebih sering digantikan dengan permen di beberapa supermarket. Dan, sebagaimana nasib recehan yang seakan tidak berarti, punya uang 500 rupiah itu sama saja dengan tidak punya uang. Mau naik angkot tidak bisa, mau bayar parkir tidak bisa, mau beli makan, itu namanya mimpi, mau beli sebotol minuman mineral juga kurang.

Tapi coba deh kalau 500 rupiah itu diberikan ke orang yang suka ngamen dan ngemis di perempatan...eits...nanti dulu dong ya! Biarpun uang 500 rupiah itu suka jatuh di tas atau di mobil dan tidak kita perdulikan, untuk memberi kepada yang ngamen, kita masih mau bercapek-capek mencari recehan yang lebih kecil nilainya. Mudah-mudahan kamu sih enggak. Kalau aku, iya euy, masih sangat suka seperti itu tuh.

Uang adalah uang, loh. Aku pernah mengalami masa sulit *cie cie* dan uang 500 rupiah itu ternyata sangat membantu. Kalau dipegang baik-baik, kalau betul-betul disadari 500 rupiah itu bernilai ternyata berharga juga loh. Tidak sadar, kita bisa 500 rupiah sampai sekian banyak, terkadang dijumlah bisa sampai 5000 rupiah atau bahkan 10 ribu rupiah. Hilang tidak terasa, tapi kalau disimpan, uih, lumayan banget.

Memang sih, agak berat juga bawa 30 ribu rupiah yang semuanya adalah koin 500 perak. Tapi aku sih tidak malu, cuek saja ke tempat makan atau tempat belanja dan memberi uang 500 perak-an tersebut sesuai jumlah yang aku bayarkan. Buat apa malu, 500 rupiah itu uang juga, dan punya nilai beli, dan terutama, uang itu bukan aku ambil tanpa ijin dari orang kok!

No comments:

Post a Comment