15.11.04

Sehari Sebelum Lebaran

Sabtu kemarin, aku pergi ke Pasar Ujung Berung, sekalian mo nganter Ema dan Ita yang mau belanja buah. Dan, yak ampun, aku tahu sih, kalo yang namanya pasar itu selalu bikin macet jalan, tapi kali ini, bener bener bikin macet banget. Kayaknya semua orang tumpah di jalan. Maklum sehari sebelum Lebaran, semua berupaya menyelesaikan utang belanja terakhir sebelum besok berlebaran! Toko-toko di lantai 2 bisa jadi sebagian besar tutup, tapi itu bukan pengahalang, wong lebih banyak lagi yang memutuskan berdagang di trotoar bahkan di badan jalan. Orang-orang yang berbelanja, dan mungkin sebagian lagi hanya ngabuburit, juga dengan santai berjalan di ruang kosong manapun yang mereka lihat!


Polisi sih memang berupaya untuk mengatur lalu lintas. Hampir setiap sekitar 10 meter ada polisi yang berjaga. Tapi tampaknya mereka hanya terdiam. Barangkali pusing juga melihat kondisi yang ada. Aku pikir mereka lebih berupaya untuk tidak membuat kondisi tambah buruk, deh. Tidak ada niatan untuk membuat lalu lintas lebih lancar. Soalnya sudah gak jelas yang mana yang harus dibereskan untuk membuat lalu lintas lebih lancar. Pejalan kaki hilir mudik di sekitar polisi dengan cueknya. Palingan angkot memang tidak begitu berani untuk menaikturunkan penumpang di badan jalan di mana polisi bisa melihat mereka!


Ah, memang sudah macet dimana-mana. Baik ke arah Bandung ataupun keluar Bandung, seluruh moda transportasi saling berebut ruang di badan jalan. Bukan saja dengan moda transportasi lain, tapi juga dengan pejalan kaki dan pedagang. Mulai dari mobil, mobil boks, truk, angkot, motor, becak dan huih, sepeda juga ada, semua tumplek jadi satu di badan jalan. Aduh aduh. Lieur!

Seperti aku baca di beberapa surat kabar, volume kendaran bermotor roda dua memang meningkat. Makin banyak orang yang memutuskan mudik dengan mempergunakan kendaraan bermotor. Walhasil, tidak butuh lama untuk melihat sebuah ruang kosong langsung diambil alih oleh pengemudi motor tersebut. Kayaknya cukup beberapa detik, tiba tiba penuhlah jalan dengan motor yang saling tumpang tindih. Duh!

Ya sudahlah, ini memang antusias yang muncul setahun sekali. Fenomena yang rutin aku lihat. Bukti semangat berlebaran?

Apapun itu, selamat lebaran teman-teman!

No comments:

Post a Comment