7.11.04

Potluck


my favourite place Posted by Hello

Entah kenapa, aku tuh doyan banget ke Potluck.

Awalnya diajakin Lien, yang kebetulan rumahnya deket banget ama tempat itu. Di Raden Patah aja gitu! Dia asik promosi soal ice white chocolate dan juga chocolate mint. Kebetulan aku ini punya hubungan khusus dengan dunia per-coklat-an. Saat itu sih, tempat itu sudah menarik perhatian, tapi gak lebih dari sekedar tempat menyenangkan untuk minjem buku. Walhasil, aku sering dateng kesana cuman buat pinjem buku.

Entah tepatnya sejak kapan, mungkin sejak mulai gila ama buku-bukunya (yang sayangnya, sekarang ini udah jarang banget nambah, dan juga bacaanku mulai beralih ke bacaan lain), sejak mulai menikmati sofanya yang nyaman itu (yang sudah mengalami perpindahan tempat beberapa kali, dan juga pergantian bungkus sofa-nya), atau sejak sadar tempat ini buka sampai larut malam, atau sejak mulai akrab dengan tampang-tampang mereka yang selalu ada disana, siap membantu dengan pesanan yang aku ingin.

Mulai terasa kehilangan, waktu beberapa kali, aku harus bekerja penuh waktu di Jakarta. Walhasil, setiap ada waktu ke Bandung, aku langsung ngabur ke tempat yang satu ini. Dan ketika akhirnya aku kembali di Bandung, setidaknya sejak Juli kemarin, aku bisa bilang aku penuh waktu di Bandung lagi, aku kembali menyantroni tempat ini.

Aku suka segala sesuatu dari tempat ini, awalnya dimulai dari konsep dan layout kartu pos yang mereka buat! Dasar tergila-gila hal seperti itu, ya. Aku suka websitenya, yang sudah tidak pernah aku kunjungi lagi.

Aku dan Abang selalu ke Potluck, terutama untuk bekerja. Suasana yang terang benderan dan bukan yang temaram, memungkinan kami untuk bekerja. Potluck gak rese deh urusan colok-mencolok kabel laptop, dan suasananya cukup asik (kecuali kalo lagi banyak acara, khususnya acara para abg -maaf!- dan juga kalau sudah pake musik yang agak gak konek untuk bekerja).

Aku tuh cukup hapal beberapa kru yang sering berganti wajah (kecuali beberapa wajah seperti agung, dede, aji, tessa dan beberapa wajah yang mungkin gak aku tahu namanya), apalagi untuk wajah librariannya. Bukan hanya itu, ada beberapa wajah yang sama sama pembelanja di Potluck ini yang lama lama kita hapal, berikut wajah-wajah orang yang ada di Potluck lainnya dengan 1001 alasannya.

Aku sempet bertekad puasa Potluck selama seminggu, ealaaa, gagal total, cuman tahan 3 hari bo! Nasib nasib.

Salah satu teman pernah heran, karena kesitu kan gak pake daun-daun alias butuh duit. Huiii, kalo inget itu, ya kepikiran juga ya, tapi biasalah, selalu ada pembenaran *baik dibuat-buat maupun dipaksa-paksa...kekekek*. Daripada habis duit untuk telepon Abang misalnya, lebih baik ke Potluck saja deh.

Kadang aku dan Abang berpikir, kayaknya kalo kami terus disana, dan mencatat semua pengamatan dan karangan kami terhadap kisah-kisah orang yang kami lihat lalu lalang disana, kami bisa bikin buku menarik. Atau malah, kadang-kadang kami berpikir, jangan-jangan ada orang yang sebegitu bosannya melihat kami dan memutuskan mengarangkan cerita kisah kami di sana. Hahaha!

Yang pasti, aku senang, karena entah kenapa, aku merasa berada disana membuat aku mengenal beberapa orang baru yang berbeda putaran kehidupan dengan aku. Orang-orang yang menyenangkan, yang membuat aku merasa berada di rumah, nyaman, bisa berpikir dan sedikit lebih kreatif dalam bekerja *kecuali kalau sedang banyak mahluk aneh berada disana, atau mahluk yang sepa dan banyak tingkah, dan entah kenapa bikin kesal aku, terutama kalau mereka itu bersikap kasar dan bossy di tempat itu, huh!*.

Hmm, jadi pengen langsung kesana lagi... seperti biasa: Hot Baja ya, kopinya Arabica ya dan satu lagi... hmmmmmmm

No comments:

Post a Comment