24.11.04

Oops...I did it again

Aku pernah bikin pengakuan ke Lusi, kalau aku itu sanggup-sanggup aja mendengarkan omongan orang yang gak keru-keruan, yang bikin sakit hati, yang bikin muntah, karena aku bisa membagi otak aku ini ke beberapa bagian. Gak sulit untuk bisa mendengar seseorang mengomel di depan aku, sementara sebetulnya aku tengah memikirkan suatu yang lain. Tidak perlu takut kelihatan tidak memperhatikan, karena aku sanggup melakukan keduanya dengan baik. Orang yang sedang ngomel itu tidak akan tahu, kok, karena aku memang mendengarkan dia bahkan bisa memberi komentar (seperlunya), padahal saat itu aku tengah memikirkan hal lain, yang membuat aku jauh lebih bahagia daripada mendengarkan dia.

Beberapa waktu lalu, Lusi kuatir aku melakukan itu lagi. Waktu itu aku kaget, yak ampun, aku bahkan sudah tidak bisa ingat kapan aku melakukan hal itu. Hmm, senang sekali, berarti sekian lama aku menikmati setiap obrolan, atau berarti sekian lama gak ada orang ngomel, atau berarti sekian lama, aku berhasil menjaga diriku di dunia nyata.

Tapi, semalam, Oops…I did it again. Maaf Lus, tiba-tiba aku terlalu sedih untuk mendengar ucapannya, dan kembali, kebiasaan lama, refleks aku lakukan. Aku membayangkan hal lain, selama dia berbicara. Sedih.

Maafku untuknya. Aku denger semuanya, kok. Karena, untungnya, begitu aku melakukannya, aku sadar, aku tidak menghargai dia, padahal, sungguh, aku sangat menghargai dia.

No comments: