22.11.04

Bandung Utara


Akhir pekan kemarin ngapain, nih?

Aku memutuskan jalan-jalan ke arah Bandung Utara. Niatnya, ingin ke makan strawberry. Tapi ternyata, tempat yang biasanya sangat tenang, dan dingin, hari itu berubah jadi penuh sesak. Mobil dengan plat dari berbagai tempat, dan sekumpulan manusia yang berdesakan, membuat aku mengurungkan niat. Lebih baik memutar kendaraan dari daerah Parongpong tersebut untuk terus ke arah Cihideung, Lembang.

Uih, ternyata memang Bandung Utara itu memang mengejutkan. Hanya beberapa waktu, sekian bangunan muncul di sepanjang jalan. Ada beberapa tempat yang tengah dibuka, entah karena longsor atau karena hendak dibuat sebuah perumahan baru. Rumah-rumah di kiri dan kanan, dan sekolah dasar yang menjadi tampak lebih layak (kalau ini sih melegakan!). Plus sebuah terminal di sekitar UNAI. Udaranya pun tidak lagi sedingin yang aku bayangkan. Gak salah kalau Kawasan Bandung Utara jadi salah satu topik di kelas.

Sayangnya, bangunan yang ada, secara fisik, boleh bertambah lebih baik, tetapi tidak dengan kondisi fisik jalan. Sudah bukan rahasia ya, kalau jalanan di Bandung, dan ini bahkan sampai ke daerah Cihideung rusak berat. Dulu sih, aku bisa tahu mana wilayah Kota Bandung, mana wilayah Kabupaten Bandung dari kondisi jalan rayanya. Kalau mulus, kemungkinan besar itu ada di Kabupaten Bandung. Sayangnya, daerah Parongpong tampaknya masih masuk wilayah Kota Cimahi, sepertinya punya masalah (atau ketidakperdulian) yang sama dengan Kota Bandung untuk urusan jalan. Huh! Mobilku bukan mobil dengan shockbreaker yang baik, tapi ya dinikmati ajalah sambil potrat potret, sambil melihat tanaman yang dijual sepanjang jalan.

Sesampai di Lembang, karena perut memang sudah keroncongan, aku kebayang-bayang ayam goreng brebes. Hmmm. Langsung menuju kesana, ternyata, parkir sudah membludak. Beruntung, ada sebuah mobil keluar dari tempat yang cukup strategis. Sayangnya, entah karena masih suasana berlibur atau hal lain, pelayannya bener bener tidak perduli dan ayam yang dihidangkan tidak lagi hangat (akhirnya minta dihangatkan, tapi duh, tetep mengecewakan). Hanya sambal dadakannya yang bisa menghibur. Sesudah itu, walaupun baru makan, mata ini tergoda sama ketan goreng pake sambal oncom. Sampe kuping ini mau meledak karena makan sekaligus satu cengek (cabe rawit kecil yang pedes itu)!

Walaupun suasana jauh berbeda, dan teman pergi juga berbeda, seneng juga bisa jalan jalan di situ. Sengaja tidak lewat jalan-jalan yang biasa. Jadi inget, jaman masih sma atau kuliah awal, suka pergi ke Lembang rame-rame, cuman untuk minum susu di sumur atau makan jagung. Kamu juga suka, kan?

4 comments:

  1. perjalanan yang menyenangkan :)

    ReplyDelete
  2. Hmm.. sepertinya yg kamu liat tanah longsor itu Proyek Century Hill di daerah Cihideung. bukan tanah longsor sih.. tapi bukit yang dikeruk untuk bikin perumahan elite.

    yah.. Bandung udah gak kayak dulu lagi. Udah gak ada kabut pagi dan udara panas.

    ReplyDelete
  3. melly, gua jadi kangen ayam brebes... !!

    ReplyDelete
  4. adezigh: serius? wuih, gue udah curiga itu buat perumahan. hiks, sedih banget bacanya

    imponk: iya asik, ayu atuh jalan2 yuuu

    patsy: hehe, masih lama ya bisa nyoba ayam brebes lagi :)

    ReplyDelete