6.9.04

Mataram-Malang

Uh, seminggu kemarin musti ngeberesin kerjaan yang tertinggal, bikin gw musti pergi ke Mataram dan Malang.
It feels so different, pergi ke tempat tempat itu tanpa kawan kawan sekerjaku dan malah pergi dengan officer dan acountantnya World Bank. Aneh banget aja. Tapi Mataram adalah Mataram, dan Senggigi adalah Senggigi, dan ayam taliwang dua em tetep ayam taliwang dua em.

Mataram masih panas, tapi anginnya cukup dingin. Mataram, sebagaimana daerah-daerah di Indonesia pada umumnya lagi musim mangga. Mataram-Senggigi lagi bulan purnama. Mataram juga sedang sibuk didemo kawan kawan, demo ke para pembesar DPRD yang lagi dilantik dan juga demo memperjuangkan para TKI (fyi, penyumbang TKI terbesar konon ada di NTB).

Mataram-Senggigi tanpa acara "kondaya" ... aneh juga sih. Tapi sisi baiknya, Intan Lombok Village jadi lebih banyak dihabiskan dengan membaca buku: Gadis Pantai-nya Pramoedya, Negeri Fast Food-nya Eric Schlosser, dan buku mirip mirip chiclit called Fashionista. Jadi sempet jalan jalan sepanjang senggigi, menikmati bintang bintang selagi bulan tersembunyi awan (untunglah, kalo gak, mana keliatan itu bintang bintang).

Perjalanan ke Malang juga penuh dengan kenangan. Kenangan indah. Tapi lagi lagi, kali ini tidak dengan orang yang membuat perjalanan ke Malang penuh kenangan justru dengan orang orang dari BEJ itu. Tapi gak apa apa, karena ternyata Ibu Lis dari WB itu orang Surabaya, dan sering ke Malang dan tau tempat tempat makan enak....sllrpppp.

Hotel Graha Cakra yang menyenangkan, walopun tidak sekeren Hotel Tugu. Berenang pagi pagi, walopun kedinginan, dan berkunjung lagi ke Fak Hukum Unibraw dan juga Hotel Purnama.

Dan terutama, gara gara di Senggigi, akhirnya bisa memanfaatkan telepon gratis antar XL tiap malem!!! Asik ngobrol walopun musti keputus putus tiap 10 menit. AH, what the hecklah, yang penting gratisan.

Kembali ke Bandung, kembali ke potluck, kembali jalan lagi.........
Mudah2an minggu ini, melly bisa lebih produktif

No comments:

Post a Comment