19.8.04

preetig weekend

What a weekend!
Great time...

Siang, ke Teko (setelah sekian abad - well, it's my hyperbolic style).
Walopun suasana hati Abang sedang tidak asik, setidaknya aku sangat menikmati siang itu. Minum chi dengan poffertjes. Lezat.

Coba pake PDAku dengan keyboard infrared *sok sok an banget ya*.
Ngobrol ngarul ngidul...ngacapruk abis deh.

Sore-sore ke dokter gigi...
Gigiku dikawat, sodara-sodara!

Sore ke malem, ketemu Lusi, kemana lagi kalau bukan ke Potluck.
And, it was just our lucky day, especially for Lusi, we got a complimentary muffin.
Mungkin karena bosen liat aku di di Potluck, jadi para crew berinisiatif untuk memberi muffin *kekekekek*.
Dipikir-pikir, seharusnya aku udah dapat deviden dari Potluck.

A great evening, a great conversation.
Cerita banyak hal, enak banget, semua mengalir aja.
Dan, hidup memang penuh dengan banyak hal.

Betulkah, tidak ada sesuatu yang kebetulan yang terjadi dalam hidup kita?
Betulkah, ucapan yang keluar dari mulut dan bahkan pikiran, harus dipikirkan matang-matang?

Terbaik adalah coba menikmati semuanya saja, semua hal yang terjadi, sambil terus cari tahu, makna dibalik semua hal yang terjadi dalam hidup kita. Kebetulan atau bukan kebetulan *jadi teringat the Alchemist banget*.

Minggu siang, jalan jalan ke BEC dengan Made dan Ivan.
Pengen cari bluetooth untuk PCku, untuk transfer data dari telepon genggam ke PC.
Setelah dipikir ulang, ditunda sajalah keinginan itu.

Minggu malem, Rumah Kopi.
Asik asik, ama Lusi dan Abang.
Walopun aku tersiksa dengan gigi yang tidak bersahabat, but it was a great evening. Enjoy banget. Walopun menurut Lusi, ada yang gak biasa *hmmm, apaan yaaa*.
Agak berubah jadwal dengan permohonan ke Sawunggaling dari Arie dan Robby *hey, girl, kamu tuh masihhh aja sama deh ya*

Senin siang ke Tante Lela.... demi semangkok mie baso yummy!
Aku, Lusi dan Vera datang di awal, sekitar 1 jam lewat dari jadwal, dan the rest of the gank: Ratna, Arie dan Robby datang sekitar 2 jam dari jadwal. Pudding coklatnya asik banget. Aku juga kebobolan ama baju keren yang dibawa ama Vera *thanks banget, aku yang dapet pula*

Senin sore, nongkrong di rumah Abang untuk kemudian ketemuan lagi ama Lusi muter muter cari makan, dan akhirnya terpuruk di Baso Malang Mandeep.

Selasa, kembali ketemu Lusi dan Arie, lunch di Oh La La, makan potato cheese yang *ampun* mengenyangkan. Too bad aku gak bisa anter kalian ke stasiun. Mudah-mudahan bisa memaafkan dan mengerti situasinya.

Hari Selasa, tujuh belas agustusan itu, dihabiskan dengan keliling Bandung Selatan-Timur: Rancaekek, Majalaya, sambil lihat tujuh belasan, diantara sawah-sawah dan perkampungan, foto-foto diiringi U2 dan Eric Clapton, walopun harus dihiasi peristiwa mobil mogok *suwer deh, ga lagi lagi kepikiran jual mobil, abis diomongin dikit langsung mogok*

Diakhiri dengan belanja buku lagi di Ultimus dan ngopi di Sukaasih. Hmmmmmmmm

14.8.04

cinta oh cinta

Apa itu cinta? Tak ada di dunia ini, baik laki-laki maupun perempuan, tidak juga Iblis atau yang lainnya, yang aku curigai seperti aku mencurigai cinta, karena cinta menembus jiwa lebih dari apapun. Tak ada yang dapat mengisi dan mengikat hati kecuali cinta. Namun demikian, jika kau mempunya senjata yang dapat menaklukannya, jiwa akan menceburkan cinta ke dalam jurang yang sangat dalam....

... karena meskipun cinta dirasakan oleh jiwa, jika kita tidak menyingsingkan lengan baju, cinta terasa begitu hangat, kita lalu lalu terjatuh dan berlanjut dalam kekacauan. Oh, cinta mempunyai sifat beragam: pertama-tama jiwa menjadi lembut, kemudian cinta begitu memuakkan... tapi kemudian jiwa merasakan kehangatan sejati cinta Ilahi dan menangis, merintih dan menjadi seperti batu yang dilemparkan ke dalam bara api, meleleh dalam pembakaran, bergemericik, dijilat oleh lidah api

Ubertino kepada Adso, dalam percakapan setelah compline di hari ketiga
Il Nome Della Rose, Umberto Eco

10.8.04

A Perfect Week... sempurnalah semuanya

What a perfect week...

Ada dua versi untuk awal sebuah pekan baru. Hari Minggu atau Senin. Ini kalau lihat dari kalender yang beredar. Kadang-kadang ada yang memulainya dengan hari Minggu dan kadang dimulai dari hari Senin.

Apapun itu deh.

Minggu ini memang sempurna

Cabut dua gigi, pasang karet gigi dan berdampak penderitaan lahir batin. Gak bisa makan, gak bisa kerja, gak bisa fokus dan juga gak bisa tidur. Gak cuman kelaperan dan sakit gigi tapi juga sakit kepala yang gak ada duanya.

Kata orang masih mending sakit gigi daripada sakit hati ya
Lah kalo dua duanya dialamin sekalian... mantep kan!

Kehilangan hati (lagi dan lagi).
Hati manusia emang edan kali ya.
Tapi setelah berkali-kali jatuh, agak mengkuatirkan juga kondisinya sekarang-sekarang ini.
Kalau telepon genggam jatuh, hmmm, itu udah takdir apalagi kalo punya aku!.
Kalau gak pernah jatuh, anehnya malah ilang sebelum berumur panjang

Jadi sakit gigi dan sakit hati... huaaaaaaa

Mudah-mudahan berakhir bahagia bahagia aja

Setidaknya teman teman akan dateng ke Bandung
Akhirnya
Huhuy!
Senang senang senang
Mudah-mudahan bisa mengatasi semua hal yang terjadi sebelumnya...

Minggu yang sempurna...
Seandainya keajaiban itu ada...

6.8.04

Great is Thy faithfulness

Great is Thy faithfulness,
O God my Father;
There is no shadow of turning with Thee;
Thou changest not,
Thy compassions, they fail not;
As Thou hast been,
Thou forever will be.

Great is Thy faithfulness!
Great is Thy faithfulness!
Morning by morning new mercies I see.
All I have needed
Thy hand hath provided;
Great is Thy faithfulness, Lord, unto me!

Summer and winter and springtime and harvest,
Sun, moon and stars in their courses above
Join with all nature in manifold witness
To Thy great faithfulness, mercy and love.

Pardon for sin and a peace that endureth
Thine own dear presence to cheer and to guide;
Strength for today and bright hope for tomorrow,
Blessings all mine, with ten thousand beside!


GREAT IS THY FAITHFULNESS Copyright © 1923 Hope Publishing Company. 380 South Main Place, Carol Stream, IL 60188. (800-323-1049)

Taken from http://www.cyberhymnal.org/htm/g/i/gisthyf.htm on 06 August 2004, 08.31 a.m.

5.8.04

be happy

Ternyata, aku masih harus terkaget kaget...

Inget kan tulisan friends know...

Sampai saat ini, aku masih harus terima beberapa pesan di friendsterku, yang bertanya ada apa dengan diriku ini. Sekali dikenal sebagai sanguinis sejati yang talkative dan tidak pernah bersedih hati, tiba tiba menghujani bulletin board dengan tulisan tulisan yang kata orang membuat sedih hati.

Semuanya membuat aku tersadar.
Dunia ini indah
Pagi ini cerah
Dan aku mendengarkan lagu pembangkit semangatku (Revolution by Kirk Franklik)

Aku masih menyimpan sejuta kangen dan seribu satu hasrat...
Tapi aku yakin, semua akan berakhir bahagia
Entah bagaimana, aku punya keyakinan itu
Rasanya aku sudah diujung pencarian dan pengujian diri....

Setelah itu, semua bisa menikmati tulisan menyenangkan dari aku lagi

(hmmm, jadi teringat utang utangku: the website, the translation, the book, the handkercief etc etc)

4.8.04

still

aku sayang abang banget
semuanya begitu cepat, begitu dalam, begitu dahsyat

bawaanku semua ingin dilakukan
dan rasanya tidak ada yang tidak mungkin aku lakukan dengan abang

semua tanda bilang maju terus
sampe satu titik, semua tanda menunjukkan, tunggu sebentar
bahkan abang sendiri memberi tanda tersebut

aku jadi takut
apakah aku memang melangkah terlalu jauh dan terlalu cepat
apakah aku memang sayang
apakah aku memang cinta

apakah kami memang sudah ditakdirkan bersama

katanya, biarkan semua ikut alur
kalau Tuhan berkenan, pasti akan dipertemukan
kalau Tuhan berkehendak, semua jalan pasti akan dibukakan
katanya, kalau satu pintu tertutup, pintu lain terbuka

aku hanya harus menguji segala sesuatunya

apakah aku hanya sekedar bermimpi?
apakah aku berpijak pada bumi?

beberapa hari sudah aku lewati tanpa hubungan apapun dengan abang
sejak pertama aku kenal abang,
inilah hari hari dimana aku tidak mengontaknya dalam bentuk apapun
berat sekali
naik dan turun

aku tidak tahu apa yang akan terjadi
aku berharap aku dan abang sama sama kuat
aku pasrah
tiba tiba aku sadar
kalau Tuhan menghendaki, tidak ada yang tidak mungkin
tiba tiba aku manut
kalau jodoh... tidak akan kemana

aku kangen.

3.8.04

mundur sejenak

Berat memang, waktu harus mengambil jarak dari orang yang disayang, untuk memberi kesempatan berpikir lebih jernih, mengambil keputusan yang terbaik bagi orang orang yang disayang. Memberi kesempatan menyadari hal penting dan berharga dalam hidup....

Kata orang, kita baru sadar bahwa kita kehilangan pada saat sudah terlambat. Pada waktu hal tersebut tidak ada lagi di sisi kita. Aku tidak mau, aku baru menyadari bahwa dia berharga, setelah semuanya berakhir. Lebih baik ambil jalan berat, dengan mundur sejenak.

Mudah-mudahan akhir terbaik yang menunggu....